kreasindonesia

kreasindonesia adalah blog kedua saya setelah http://reflectionresults.blogspot.com/. Kata ini hasil dari penggabungan kata kreasi dan kata Indonesia. Definisi kreasi adalah hasil daya cipta atau hasil daya khayal. Sebagai bangsa Indonesia, tentunya kita harus mengharumkan bangsa ini lewat kecakapan yang kita miliki. Anda harus berkreasi atau menghasilkan sesuatu sebagai hasil buah pikiran untuk Indonesia. Kenapa? Karena Anda adalah salah satu penduduk bangsa Indonesia!

Daripada Anda menghabiskan waktu untuk menjelek-jelekkan Indonesia, alangkah baiknya bila Anda menciptakan sesuatu untuk Indonesia! Karena perubahan bangsa ini bukan ditentukan dari kata-kata yang jelek atau tidak membangun, tapi dari tindakan yang menghasilkan sesuatu! Untuk itu berkreasilah untuk Indonesia. Inilah definisi dari kreasindonesia.

Saya tidak bisa menciptakan sesuatu yang dapat mengubah Indonesia secara langsung. Tetapi setidaknya, saya berusaha menciptakan cara pandang yang baru tentang Indonesia. Untuk itulah blog kreasindonesia dibuat! Selamat Membaca, Selamat berkreasi!
Tampilkan postingan dengan label Korupsi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Korupsi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 April 2014

Udah Ruwet, Masih GolPut?

Menjelang Pemilu 2014 yang akan dilaksanakan dua kali yaitu Pemilu Legislatif (PiLeg) pada tanggal 9 April 2014 dan Pemilu Presiden (PilPres) pada tanggal 9 Juli 2014 , sering terdengar kata GolPut.

Istilah GolPut muncul pertama kali menjelang pemilu pertama zaman Orde Baru tahun 1971. Pemrakarsa sikap untuk tidak memilih itu, antara lain Arief Budiman, Julius Usman dan almarhum Imam Malujo Sumali. Langkah mereka didasari pada pandangan bahwa aturan main berdemokrasi tidak ditegakkan, cenderung diinjak-injak.[1]

Kata GolPut itu sendiri adalah sebuah singkatan dari Golongan Putih. Makna inti dari kata GolPut ini adalah sikap untuk tidak menggunakan hak pilih dalam pemilu karena berbagai macam alasan.

Biasanya kaum GolPut  melakukan tiga sikap:
1. Menusuk lebih dari satu partai.
2. Menusuk area putih dalam lembar kartu suara.
3. Sama sekali tidak datang ke tempat pemilihan suara (TPS).

Mereka yang GolPut sebagian besar menganggap para penyelenggara negara dan partai-partai yang ada tidak menyuarakan dan pro-kebaikan berpolitik. Jadi, daripada memilih partai yang ada lebih baik tidak memilih siapa pun. Anggapan mereka, partai-partai yang ada akan berperilaku buruk pula bila memenangkan pemilu. GolPut bukanlah organisasi yang diatur oleh instrumen peraturan. Itu juga tidak dikoordinasi melalui sistem manajemen. Golput sekadar penyebutan kepada akumulasi pribadi-pribadi yang tidak ikut pemilu atau ikut pemilu tetapi dengan cara merusak surat suara (salah satu cara). Mereka tidak mengenal satu sama lain dan biasanya tidak dikenali, bahkan oleh orang yang terdekat, sekalipun. Tentu saja, ada beberapa orang yang berani mendeklarasikan dirinya adalah GolPut.[2]

Jadi mereka yang GolPut, adalah mereka yang dengan sengaja dan sadar menolak memberikan suara dalam pemilu, baik dalam PiLeg ataupun PilPres.

Saya sebagai penulis blog kreasindonesia tidak setuju dengan sikap GolPut tersebut. Saya ingin seluruh rakyat Indonesia mengerti betapa pentingnya turut serta dalam Pemilu 2014 ini. Kenapa? Coba Anda bayangkan keadaan Indonesia sekarang ini. Dari segi pendidikan, ekonomi, sosial, politik, kerukunan umat beragama, dll. Sangat kompleks bukan?

Saya sangat yakin, pasti banyak orang yang menyalahkan keadaan ini kepada pejabat-pejabat yang tidak bertanggung jawab serta mereka yang korupsi. Apakah mereka salah? Benar! Bila mereka tidak bertanggung jawab dan korupsi. Namun bila kita renungkan sejenak, mereka ada di kursi pemerintahan kira-kira karena siapa? Apakah dengan sendirinya mereka langsung dapat duduk di kursi pemerintahan? Saya kira tidak! (kecuali ada permainan dalam hal ini) Mereka bisa berada di sana, karena kita yang memilih. Jadi seharusnya kita yang memilih harus lebih cerdas untuk mencari tahu informasi mengenai CaLeg atau CaPres tersebut. Zaman sudah maju, kita bisa menggunakan media internet sebagai sumber informasi.

Untuk yang GolPut malah lebih membuat keadaan semakin kompleks. Karena mungkin dengan adanya GolPut akan memancing oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memakai kartu pemilih yang tidak dipakai kaum GolPut.

Ada yang berkata GolPut berarti menyerah, saya pikir ada benarnya! Karena dengan GolPut berarti kita menyerah dengan keadaan, dan bila keadaan negara semakin kompleks, tinggal mencari kambing hitam untuk disalahkan. Menyerah dengan keadaan berarti kalah sebelum berperang. Dan orang seperti ini tidak bertanggung jawab. Lalu apa bedanya dengan pejabat yang tidak bertanggung jawab? Sama-sama tidak bertanggung jawab bukan?

Maksud saya, alangkah baiknya bila seluruh rakyat Indonesia turut serta dalam pemilu 2014 ini, karena negara ini semakin maju atau tidak tergantung tanggung jawab dari “si pemilih” dan “si yang dipilih”.  Jadi kita sama-sama bertanggung jawab. Bila ada masalah kedepannya, kita sama-sama mencari solusinya.

Sila pertama dari pancasila adalah KETUHANAN YANG MAHA ESA. Berarti Indonesia mengakui atau beriman bahwa Tuhan itu ada dan berkuasa. Tentunya iman itu akan sempurna bila disertai dengan perbuatan. Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. Percuma bila kita berdoa supaya Indonesia pulih, tapi kita sendiri tidak mau mengambil andil untuk pemulihan tersebut!

Ingatlah, bila ada satu pejabat yang korupsi, bukan berarti Anda berhak memberi "label korupsi" kepada pejabat yang lain! Bila ada satu pejabat yang tidak bertanggung jawab, bukan berarti Anda berhak memberi "label tidak bertanggung jawab" kepada pejabat yang lain! Masih banyak pejabat dan calon pejabat yang jujur dan bertanggung jawab. Mungkin mereka tidak terlalu diekspos atau tidak diperhatikan karena kita sudah tutup mata terlebih dahulu.

Bukalah mata Anda sekarang, cari informasi sebanyak-banyaknya tentang CaLeg dan CaPres. Pilihlah orang-orang yang jujur dan bertanggung jawab.





[1] http://www.ppkdander.org/2012/10/pengertian-golput-dalam-pemilu.html
[2] http://politik.kompasiana.com/2013/12/07/golput-adalah-bentuk-perlawanan-diam-614467.html

Senin, 28 Oktober 2013

Aku Peduli



Video ini sangat menginspirasi rakyat Indonesia. Saya ambil video ini dari http://www.youtube.com/user/EspiraTV?feature=watch 

Siapa pun yang buat video ini bener-bener kreatif! 
Inilah salah satu karya anak bangsa yang peduli terhadap bangsa Indonesia.
Putar yuk videonya! Lebih bagus lagi kalau menonton video ini menggunakan suara.

Untuk yang tidak bisa play videonya, saya copas kata-katanya:

Aku peduli.
Tapi masa depan bangsaku.
Itu bukan yang paling penting buat aku.
Duit banyak
Hidup senang
Posisi
Jauh lebih penting dari
Keadilan
Integritas
Moral
Aku yakin dan pasti
Ada harapan.
Negaraku masih menjunjung moral yang tinggi.
Tapi itu gak bakal bertahan
Nafsu lebih dinomor-satukan.
Trend menunjukkan
Anak cucu kita akan menuai kebobrokan kita.
Aku nggak percaya
Indonesia akan tetap jaya.
Memandang ke depan, aku melihat
"Degradasi moral melanda anak muda"
"Kawin cerai, apa salahnya?"
"Korupsi udah jadi budaya"
"Video mesum, itu mah biasa"
Nggak bisa dibilang lagi
Masih ada yang peduli akan bangsa ini.
Udah jelas banget
Generasi ini udah hancur dan gak ada harapan.
Sungguh sedih dan konyol kalo kita pikir
Kita BISA menjadikan dunia ini lebih baik.



Setelah baca dari atas ke bawah, baca lagi dari bawah ke atas!
Mulailah berkreasi untuk bangsa ini!

Salam #kreasindonesia

Kamis, 24 Oktober 2013

Penghujat Koruptor = Koruptor





Melihat berita di TV beberapa tahun ini, membuat saya sangat sedih sekali. Karena banyak koruptor, yang ternyata adalah pejabat negara, yang seharusnya menuaikan tugasnya untuk bangsa dan negara. Koruptor tersebut antara lain adalah: Agusrin Najamudin (Koruptor Partai Demokrat), Amrun Daulay (Koruptor Partai Demokrat), Angelina Sondakh (Koruptor Partai Demokrat), Aulia Pohan (Koruptor Besan Presiden SBY).[1] Tentu masih banyak nama-nama koruptor lainnya lagi.

Bahkan pada PEMILU tahun 2009 lalu, Partai Demokrat membuat iklan yang mendengungkan perlawanan terhadap korupsi. Kontennya membuat pernyataan “Katakan tidak pada korupsi”. Sekian tahun berselang, tagline yang dibanggakan menjadi bumerang. Sejumlah kader tersandung kasus korupsi, bahkan ada dari mereka yang pernah membintangi iklan ini dan dengan lantang berkata, "Katakan tidak pada korupsi!".[2]

Saya pun pernah mendengar dari seorang yang pernah pelayanan di penjara, bahwa para koruptor yang masuk penjara tidak kapok akan perbuatannya. Mereka tidak rela uangnya dikembalikan pada negara.

Tindakan koruptor benar-benar merusak bangsa dan negara. Raykat miskin yang seharusnya diperhatikan oleh pejabat negara, malah dibiarkan. Pengangguran bertambah. Tentu banyak orang yang kesal dengan hal ini, sehingga acap kali Anda (mungkin) mengeluarkan kata-kata yang kotor. Hal ini sangat wajar, karena Anda sangat kecewa atas tindakan para pejabat negara tersebut. Kata makian seperti: bego, goblok, tolol, tikus got, dll., sering dilontarkan untuk menghujat para koruptor tersebut. Rasanya, memang mereka pantas mendapatkan hujatan dari banyak orang!

Namun pernahkah Anda berpikir, bahwa tindakan Anda yang menghujat para koruptor pun, juga tidak menyelesaikan masalah? Bahkan kemungkinan besar akan menimbulkan masalah yang baru. Tentu tindakan seperti ini juga tidak membangun negara, sama seperti tindakan koruptor yang tidak membangun negara. Bila seperti itu, apa bedanya Anda dengan koruptor? Sama saja ‘kan?

Tentu Anda yang menghujat koruptor tidak ingin disamakan dengan para koruptor tersebut. Ya, saya tahu hal ini. Namun, seperti yang sudah saya katakan di atas, bahwa bila Anda hanya menghujat para koruptor, tindakan Anda juga tidak membangun negara ini. Artinya, berhentilah menghujat! Dan lakukanlah sesuatu untuk negara ini! Hal sekecil apa pun untuk membangun negara ini sangatlah berarti, dibanding duduk di depan TV, lalu menghujat para koruptor tersebut!

Bila Anda ingin terjun di dunia politik, buatlah perbedaan seperti Jokowi dan Ahok! Mereka adalah teladan yang patut dicontoh, karena mereka benar-benar bekerja untuk DKI Jakarta.

Buatlah sesuatu! Ciptakanlah lapangan pekerjaan! Berkreasilah sesuai dengan minat dan bakat Anda! Berhentilah menghujat para koruptor! Berkreasilah untuk Indonesia! 




Tindakan koruptor, tidak membangun negara. 
Menghujat koruptor pun tidak membangun negara!


____________________

[1] http://1000tokoh.wordpress.com/category/daftar-koruptor-indonesia/
[2] http://nasional.kompas.com/read/2013/02/22/23133537/Mereka.yang.Pernah.Katakan.Tidak.pada.Korupsi