kreasindonesia
kreasindonesia adalah blog kedua saya setelah http://reflectionresults.blogspot.com/. Kata ini hasil dari penggabungan kata kreasi dan kata Indonesia. Definisi kreasi adalah hasil daya cipta atau hasil daya khayal. Sebagai bangsa Indonesia, tentunya kita harus mengharumkan bangsa ini lewat kecakapan yang kita miliki. Anda harus berkreasi atau menghasilkan sesuatu sebagai hasil buah pikiran untuk Indonesia. Kenapa? Karena Anda adalah salah satu penduduk bangsa Indonesia!
Daripada Anda menghabiskan waktu untuk menjelek-jelekkan Indonesia, alangkah baiknya bila Anda menciptakan sesuatu untuk Indonesia! Karena perubahan bangsa ini bukan ditentukan dari kata-kata yang jelek atau tidak membangun, tapi dari tindakan yang menghasilkan sesuatu! Untuk itu berkreasilah untuk Indonesia. Inilah definisi dari kreasindonesia.
Saya tidak bisa menciptakan sesuatu yang dapat mengubah Indonesia secara langsung. Tetapi setidaknya, saya berusaha menciptakan cara pandang yang baru tentang Indonesia. Untuk itulah blog kreasindonesia dibuat! Selamat Membaca, Selamat berkreasi!
Senin, 28 Oktober 2013
Aku Peduli
Video ini sangat menginspirasi rakyat Indonesia. Saya ambil video ini dari http://www.youtube.com/user/EspiraTV?feature=watch
Siapa pun yang buat video ini bener-bener kreatif!
Inilah salah satu karya anak bangsa yang peduli terhadap bangsa Indonesia.
Putar yuk videonya! Lebih bagus lagi kalau menonton video ini menggunakan suara.
Untuk yang tidak bisa play videonya, saya copas kata-katanya:
Aku peduli.
Tapi masa depan bangsaku.
Itu bukan yang paling penting buat aku.
Duit banyak
Hidup senang
Posisi
Jauh lebih penting dari
Keadilan
Integritas
Moral
Aku yakin dan pasti
Ada harapan.
Negaraku masih menjunjung moral yang tinggi.
Tapi itu gak bakal bertahan
Nafsu lebih dinomor-satukan.
Trend menunjukkan
Anak cucu kita akan menuai kebobrokan kita.
Aku nggak percaya
Indonesia akan tetap jaya.
Memandang ke depan, aku melihat
"Degradasi moral melanda anak muda"
"Kawin cerai, apa salahnya?"
"Korupsi udah jadi budaya"
"Video mesum, itu mah biasa"
Nggak bisa dibilang lagi
Masih ada yang peduli akan bangsa ini.
Udah jelas banget
Generasi ini udah hancur dan gak ada harapan.
Sungguh sedih dan konyol kalo kita pikir
Kita BISA menjadikan dunia ini lebih baik.
Setelah baca dari atas ke bawah, baca lagi dari bawah ke atas!
Mulailah berkreasi untuk bangsa ini!
Salam #kreasindonesia
Jumat, 25 Oktober 2013
Doktrin Sampah
Buanglah sampah pada tempatnya! Kata-kata ini sering kita lihat dan dengar. Tetapi masih banyak orang yang cuek akan hal ini. Padahal buang sampah pada tempatnya adalah hal sederhana, namun masih banyak orang terpelajar yang tidak melakukannya. Bahkan yang lebih sering buang sampah sembarangan adalah orang tua. Mungkin mereka mengajarkan kepada anak-anaknya tentang buang sampah pada tempatnya, namun sering kali tindakannya tidak mencerminkan nasihatnya. Sehingga seorang anak juga bingung, di mana dia harus buang sampah? Jadi, jangan heran kalo suatu hari nanti, anak tersebut atau anak Anda, akan buang sampah sembarangan!
Sebenarnya sudah banyak artikel yang
kontennya memuat tentang buang sampah pada tempatnya, namun banyaknya artikel,
tidak sebanding dengan perbuatan masyarakatnya. Sehingga artikel tersebut hanya
lalu begitu saja.
Salah satu penyebab banjir di Jakarta
ini, adalah karena tidak optimalnya fungsi waduk maupun situ. Dalam catatan Pengamat
tata kota, yang bernama Nirwono Joga mengatakan bahwa, pada tahun 1990-an,
Jakarta memiliki 70 waduk dan 50 situ. Namun, kini hanya tersisa 42 waduk dan
16 situ. Sebanyak 50 persen di antaranya pun tidak berjalan optimal.
Waduk-waduk di Jakarta dipenuhi tumbuhan enceng
gondok, limbah, dan sampah. Pendangkalan pun terjadi akibat sedimentasi
lumpur. Waduk yang akhirnya mengering kemudian dijadikan daerah hunian.[1]
Jadi, salah satu penyebab banjir adalah sampah!
Saya pernah diceritakan suatu percakapan
tentang hal di atas. Suatu hari, ada dua wanita yang sedang dalam perjalanan. Mereka
naik mobil pribadi. Wanita yang A ingin buang sampah, akhirnya dengan wajah
tanpa dosa, ia buka kaca mobil, lalu langsung ingin buang sampah tersebut. Sontak
wanita B menegurnya, melihat temannya itu ingin buang sampah sembarangan. Bahkan
saat itu, mereka sedang di jalan tol. Wanita B langsung mengatakan, “jangan buah sampah sembarangan! Nanti Jakarta
banjir!” Wanita A berkata, “Jakarta
enggak akan banjir dengan satu sampah yang gue buang!” Saya lupa kelanjutan
dari cerita tersebut, kemungkinan besar wanita A tetap membuang sampah tersebut
di jalan tol. Namun percakapan singkat itu sangat menarik. Percakapan itulah
yang menjadi motivasi saya untuk membuat artikel ini.
Coba Anda bayangkan, menurut Anda,
apakah pernyataan wanita A benar? Bahwa, sampah yang dia buang tidak akan
menyebabkan Jakarta banjir? Saya pikir, wanita A ini benar! Jakarta tidak
mungkin banjir dengan sampah yang dia buang. Apalagi hanya bekas bungkus
makanan saja. Kota Jakarta terlalu besar untuk sampah yang kecil itu. Tidak mungkin
sampah yang kecil itu memengaruhi kota Jakarta. Jika seperti itu, lalu untuk
apa kita buang sampah pada tempatnya?
Coba kita memakai logika. Blog saya yang
berjudul http://reflectionresults.blogspot.com/
pengunjungnya ±100 dalam sehari. Bila saya menghimbau mereka lewat
artikel dengan judul , “jangan buang
sampah sembarangan!” Pasti, sedikit banyak ada yang terpengaruh untuk buang
sampah pada tempatnya (kalo punya hati sih! Hehehe …). Asumsikan yang
terpengaruh adalah setengahnya. Berarti ada 50 orang yang akhirnya buang sampah
pada tempatnya. Pertanyaannya, apakah 50 orang yang buang sampah pada tempatnya
akan mencegah kebanjiran? Dengan lantang saya berkata, “TIDAK AKAN!” 50 orang
yang buang sampah pada tempatnya juga tidak akan mencegah kebanjiran! Karena 50
orang masih sedikit dengan jumlah penduduk di Jakarta.
Jumlah penduduk di Jakarta sebanyak ± 9,607,787 jiwa. Ini data tahun 2010.[2] Sembilan
juta lebih, dengan 50 orang yang coba saya pengaruhi untuk buang sampah pada
tempatnya, tidak akan membuat perubahan yang signifikan. Jakarta tetap akan
banjir! Jakarta tetap akan kotor! Mungkin Anda bertanya-tanya, lalu untuk apa
artikel ini membahas tentang buang sampah pada tempatnya?
Saya
coba menyederhanakan hal ini. Pada kenyataannya, bila Anda disiplin buang
sampah pada tempatnya, Jakarta tetap akan banjir. Karena Anda hanya terdiri
dari satu individu. Satu individu tidak akan bisa langsung mengubah satu kota,
tetapi satu individu dapat memengaruhi satu keluarga; satu keluarga dapat
memengaruhi satu RT; satu RT dapat memengaruhi satu RW; satu RW dapat
memengaruhi satu kelurahan; satu kelurahan dapat memengaruhi satu kecamatan;
satu kecamatan dapat memengaruhi satu kota!
Untuk itulah, sebarkan hal ini kepada banyak
orang. Tanamkan doktrin sampah ini (buang sampah
pada tempatnya), kepada diri Anda terlebih dahulu! Sehingga Anda juga
disiplin untuk buang sampah pada tempatnya. Setelah itu, pengaruhi orang-orang
disekeliling Anda.
Satu sampah tidak akan mencegah kebanjiran, tetapi satu sampah dapat memberi teladan bagi orang di sekitar Anda! Tentu, dampaknya akan sangat besar, bila dilakukan dengan sepenuh hati!
Satu sampah tidak akan mencegah kebanjiran, tetapi satu sampah dapat memberi teladan bagi orang di sekitar Anda! Tentu, dampaknya akan sangat besar, bila dilakukan dengan sepenuh hati!
Berkreasi
tidak harus menciptakan sesuatu yang besar, berkreasi dapat dimulai dari hal
kecil, salah satunya adalah dengan menciptakan
budaya buang sampah pada tempatnya!
________________________________________
[1] http://megapolitan.kompas.com/read/2013/01/22/1053289/Ini.4.Penyebab.Banjir.Jakarta
[1] http://megapolitan.kompas.com/read/2013/01/22/1053289/Ini.4.Penyebab.Banjir.Jakarta
[2] http://jakarta.bps.go.id/index.php?bWVudT0yMzA0JnBhZ2U9ZGF0YSZzdWI9MDQmaWQ9MTE=
Kamis, 24 Oktober 2013
Penghujat Koruptor = Koruptor
Bahkan pada PEMILU tahun 2009 lalu, Partai Demokrat membuat iklan yang
mendengungkan perlawanan terhadap korupsi. Kontennya membuat pernyataan “Katakan
tidak pada korupsi”. Sekian tahun berselang, tagline yang dibanggakan menjadi bumerang. Sejumlah kader
tersandung kasus korupsi, bahkan ada dari mereka yang pernah membintangi iklan
ini dan dengan lantang berkata, "Katakan tidak pada korupsi!".[2]
Saya pun pernah mendengar dari seorang yang pernah pelayanan di penjara,
bahwa para koruptor yang masuk penjara tidak kapok akan perbuatannya. Mereka tidak
rela uangnya dikembalikan pada negara.
Tindakan koruptor benar-benar merusak bangsa dan negara. Raykat miskin
yang seharusnya diperhatikan oleh pejabat negara, malah dibiarkan. Pengangguran
bertambah. Tentu banyak orang yang kesal dengan hal ini, sehingga acap kali Anda
(mungkin) mengeluarkan kata-kata yang kotor. Hal ini sangat wajar, karena Anda
sangat kecewa atas tindakan para pejabat negara tersebut. Kata makian seperti:
bego, goblok, tolol, tikus got, dll., sering dilontarkan untuk menghujat para
koruptor tersebut. Rasanya, memang mereka pantas mendapatkan hujatan dari
banyak orang!
Namun pernahkah Anda berpikir, bahwa tindakan Anda yang menghujat para
koruptor pun, juga tidak menyelesaikan masalah? Bahkan kemungkinan besar akan
menimbulkan masalah yang baru. Tentu tindakan
seperti ini juga tidak membangun negara, sama seperti tindakan koruptor yang
tidak membangun negara. Bila seperti itu, apa bedanya Anda dengan koruptor?
Sama saja ‘kan?
Tentu Anda yang menghujat koruptor tidak ingin disamakan dengan para
koruptor tersebut. Ya, saya tahu hal ini. Namun, seperti yang sudah saya
katakan di atas, bahwa bila Anda hanya menghujat para koruptor, tindakan Anda
juga tidak membangun negara ini. Artinya, berhentilah menghujat! Dan lakukanlah
sesuatu untuk negara ini! Hal sekecil apa pun untuk membangun negara ini
sangatlah berarti, dibanding duduk di depan TV, lalu menghujat para koruptor
tersebut!
Bila Anda ingin terjun di dunia politik, buatlah perbedaan seperti
Jokowi dan Ahok! Mereka adalah teladan yang patut dicontoh, karena mereka
benar-benar bekerja untuk DKI Jakarta.
Buatlah sesuatu! Ciptakanlah lapangan pekerjaan! Berkreasilah sesuai
dengan minat dan bakat Anda! Berhentilah menghujat para koruptor! Berkreasilah untuk Indonesia!
[1] http://1000tokoh.wordpress.com/category/daftar-koruptor-indonesia/
[2] http://nasional.kompas.com/read/2013/02/22/23133537/Mereka.yang.Pernah.Katakan.Tidak.pada.Korupsi
Rabu, 23 Oktober 2013
Komik Superhero Indonesia
Komik adalah
cerita bergambar yang
umumnya mudah dicerna dan lucu. Generasi muda di Indonesia zaman sekarang lebih
fokus kepada komik-komik luar, seperti dari Jepang dan Amerika. Paling tidak,
yang terkenal sekarang adalah Naruto, Conan, Miiko, Dear Boys, Spiderman,
Superman, Batman, Ironman, dll. Komik Indonesia seakan-akan tenggelam ditelan
bumi. Saya yakin, generasi sekarang tidak tahu, bahwa di Indonesia pernah ada
komikus yang mengeluarkan komik-komik superhero,
yang tidak kalah tenar dengan komik-komik dari luar. Berikut ini adalah tokoh superhero yang pernah ada di Indonesia.
1. Gundala Putera Petir
2. Godam Manusia Besi
Godam
adalah tokoh komik ciptaan Wid NS. Muncul pertama kali dalam judul Memburu
Doktor Setan pada tahun 1969. Godam berasal dari dimensi lain yang terdapat
negeri yang bernama Godam. Dikarenakan perlawanannya terhadap kekejaman Ratu
Candalani, Godam yang masih bayi putra bangsawan negeri Godam menjadi buronan
sebagaimana kedua orang tuanya yang dianggap memberontak terhadap kekuasaan
Candalani.
3. Aquanus
Aquanus
adalah tokoh komik ciptaan Wid NS. Muncul pertama kali dalam judul Aquanus di
Planet Vibhy pada tahun 1968. Ketika terjadi penyerangan bangsa Burbur ke
planet Zyba, putra angkat raja Sving yang masih bayi dilarikan dengan sebuah
roket ke luar angkasa. Roket tersebut jatuh ke lautan di planet bumi. Keluarga
pemburu paus memelihara anak yang bernama Dhanus itu. Bangsa
Zyba adalah bangsa yang mampu hidup di darat dan di air, sehingga Dhanus dapat
dengan mudah bermain-main ke dasar lautan. Suatu ketika saat menyelam di dasar
laut, seseorang yang mengaku berasal dari Zyba menolongnya dari serangan gurita
raksasa. Orang itu tewas ditembak para penyelam. Sebelumnya ia memberikan sabuk
sinar pelangi kepada Dhanus. Sabuk ini menjadi senjata andalan Aquanus. Nama
Aquanus berasal dari Aqua yang berarti air, dan Nus dari Dhanus.
4. Pangeran Mlaar
Pangeran
Mlaar adalah tokoh komik ciptaan Hasmi. Mlaar adalah Putra Mahkota suatu
kerajaan di planet Covox. Setelah terbunuhnya ayah Mlaar oleh komplotan Menteri
Telern dan Putri Kepala Perak, Mlaar dilarikan oleh pamannya yang seorang
ilmuwan jenius. Berkat suatu rekayasa oleh pamannya, Mlaar mempunyai kemampuan
elastisitas yang bisa membuatnya mulur dalam batas tertentu.
5. Caroq
Caroq
adalah seorang karakter superhero Indonesia karya Ahmad Thoriq. Caroq
diciptakan pada tahun 1992. Nama aslinya adalah Ongko yang berprofesi sebagai
sopir taksi. Ia memiliki kekuatan magis untuk mengubah dirinya menjadi seorang
superhero. Caroq memiliki 2 bilah celurit sakti yang panjang. Musuh
bebuyutannya adalah Si Tangan Empat dan Si Bengis.
6. Jin Kartubi
Jin
Kartubi adalah tokoh komik ciptaan Hasmi pada tahun 1968. Kartubi adalah jin
raksasa hamba Maza. Apabila Maza memerlukannya, ia tinggal menggosok pisau
belatinya. Kartubi akan segera muncul dengan tertawa terbahak-bahak. Kartubi
sebenarnya adalah pangeran di negeri jin yang disebut kerajaan Mbegadud.
Ayahnya adalah raja Mansuk Lezus. Saudara-saudaranya yang jahat memasukannya ke
dalam botol dan membuangnya. Ia memasuki mimpi Kanigara (alter ego Maza) bahwa
ia akan mengabdi kepadanya dan masuk ke dalam belatinya. Wujud raksasa Kartubi
sering dipergunakan Maza dalam menghadapi ancaman raksasa seperti Xephros dan
siluman-siluman raksasa di pulau hantu. Kemampuannya untuk terbang sangat
dimanfaatkan para superhero yang tidak dapat terbang untuk transportasi udara.
7. Kalong
Kalong
atau Calong adalah tokoh komik ciptaan Hasmi. Muncul pertama kali pada tahun
1972 dalam Calong Anak Kelelawar. Agus Supriyadi bersembunyi dalam sebuah peti
supaya bisa ikut dalam rombongan ekspedisi arkeologi ke pegunungan Dieng yang
dipimpin oleh ayahnya. Agus yang sebetulnya tidak boleh ikut oleh orangtuanya
terpaksa harus tinggal di sekitar tenda bersama seorang pegawai ayahnya.
Seorang anak buah Isman yang lain ikut dalam komplotan yang akan memeras
ayahnya. Menyadari bahaya dari orang yang kemudian mengejarnya, Agus berlari
dan terperosok ke sebuah jurang dan pingsan. Agus
yang bangun dari pingsannya tersesat sampai ke sebuah gua. Di dalam gua yang
penuh dengan kelelawar itu, Agus bertemu dengan bangsa manusia kelelawar dari
kerajaan Laksa Bantala di ujung gua. Rajanya yang bernama Xamfereet memberinya
sebuah benda ajaib yang bila ditempelkan di kening akan merubahnya menjadi
superhero cilik yang disebut Kalong. Kalong kemudian menggagalkan usaha
pemerasan anak buah ayahnya. Kalong dapat terbang seperti kelelawar, kebal
senjata. Ujung jarinya bisa memancarkan sinar pemaham. Apabila sinar itu
dikenakan pada hewan, maka hewan itu bisa mengerti dan berbicara untuk memberi
keterangan yang jujur.
8. Sembrani
Sembrani
adalah tokoh komik ciptaan Hasmi. Muncul pertama kali dalam serial Gundala 1000
Pendekar tahun 1974. Tangguh sedang berada di tepi kawah gas beracun di Dieng,
ketika ada sesuatu yang membuatnya tertarik turun ke kawah. Sebuah pesawat
angkasa ternyata telah jatuh ke dalam kawah. Kehadiran benda itu rupanya
menetralisir racun gas. Lewat proyeksi 3 dimensi, Otohrb, seorang panglima
perang yang telah lama mati dalam pertempuran di sistem bintang Ristuty
berbicara padanya. Dia memberi Tangguh sebuah kalung yang dapat merubahnya
menjadi seorang superhero yang bernama Sembrani. Sembrani mempunyai kemampuan
untuk menetralisir medan magnet maupun medan listrik, menetralisir racun dan
dapat terbang.
9. Zantoro
Zantoro
berasal dari keluarga yang kurang harmonis, adiknya yang bernama Mantoro
tinggal bersama sang ibu, sedangkan Zantoro tinggal bersama sang ayah. Sang
ayah merupakan seorang pedagang dan ahli dalam pembuatan senjata tajam. Zantoro
juga mewarisi kemampuan sang ayah dalam membuat senjata tajam dan juga ahli
dalam memainkannya. Zantoro amat benci dengan kejahatan, ia akan merasa sangat
geram jika melihat tindak kejahatan di depannya, dan tak sedikit penjahat kelas
teri dan kelas kakap yang berhasil diringkus oleh Zantoro.
10. Merpati
Sedhah
adalah seorang wartawati yang sedang menolong ayahnya yang diculik terjatuh ke
dalam sebuah jurang dan ditolong oleh segerombolan merpati yang kemudian
membawanya ke Ratu Merpati. Ratu Merpati memasukkan Sedhah kedalam suatu ramuan
ajaib yang membuat Sedhah memiliki kekuatan super dan dikenal dengan sebutan
“Merpati.”
Bila Anda
lahir di era 1990-an sampai 2000-an pasti tercengang melihat sepuluh superhero Indonesia ini. Tentu saja,
karena komiknya sudah tidak pernah terbit lagi. Mungkin komik-komik ini tidak
bertahan lama karena meniru komik luar. Tetapi mungkin juga ada faktor lainnya.
Apa pun penyebabnya, intinya komik-komik ini sudah tidak beredar lagi di tanah
air kita.
Namun banyak
orang yang peduli akan hal ini, sehingga orang-orang ini berusaha menciptakan
sebuah tokoh superhero yang lahir di
Indonesia. Mereka adalah Marcelino Lefrandt dan Aswin MC Siregar. Paling tidak,
dua nama ini sudah menelurkan sebuah tokoh superhero
yang bernama VOLT. Tokoh VOLT murni hasil ciptaan mereka.
Semua berawal
dari sebuah toko komik di salah satu mall
di kota Jakarta, Marcelino Lefrandt yang kita kenal sebagai Aktor Drama
mengambil pesanan komiknya ditemani oleh Aswin MC Siregar seorang Artis Komik
dan Musisi. Seperti biasa sehabis pulang dari toko komik selalu terjadi
perbincangan serius antara kedua teman baik ini, seserius membahas isi cerita
komik yang habis mereka baca. Bahasannya tidak jauh dari komik-komik yang
mereka sukai seperti Superman,Batman,Green Lantern,Thor, dan komik indonesia
pun tidak luput dari perhatian mereka seperti Godam dan Gundala.
Dari
situ muncul sebuah ide untuk menciptakan karakter-karakter superhero komik Indonesia yang dinamis,sesuai dengan perkembangan zaman,sarat
akan pendidikan dan sentuhan kebudayaan Indonesia.
“Suatu hari nanti kita harus buat jagoan kita
sendiri Win”,
itu kata-kata Marcel ke Aswin.
Ternyata,
ide-ide tersebut menjadi kenyataan saat Marcel berkenalan dengan seorang
Produser Film bernama Sarjono Sutrisno,yang tanpa diduga-duga ternyata menyukai
komik. Akhirnya tanpa banyak kata-kata dengan kombinasi yang sudah solid,
mereka bertiga sepakat mendirikan perusahaan komik bernama SKYLAR COMICS,
dengan misinya membangkitkan semangat perkomikan di Indonesia dan dihiasi oleh
karya artis-artis komik indonesia yang tidak kalah spektakulernya dengan
artis-artis komik luar negeri. Itulah cikal bakal lahirnya VOLT. Mudah-mudahan
saja seiring lahirnya VOLT, semangat perkomikan di Indonesia juga bangkit
kembali. Saya pikir,
mereka sudah menerapkan kreasindonesia. Mereka
sudah menciptakan sesuatu yang berguna untuk bangsa Indonesia. Mereka tidak
hanya membual atau berangan-angan untuk menciptakan “jagoan sendiri”, mereka
sudah membuktikannya!
Karya
mereka pasti membuat komikus lainnya tidak tinggal diam. Teruslah berkreasi untuk bangsa Indonesia!
Sumber
:
Selasa, 22 Oktober 2013
Akhirnya Sarjana!
Kalo mao diceritain dari awal kayanya bakal panjang banget! Tapi akhirnya saya ada kesempatan untuk share tentang pengalaman studi saya. Jadi saya ceritain dari awal aja ya :D
Dimulai dari lulus SMA (lupa taon brapa), saya ingin kuliah teologi tapi sayangnya saya tidak diterima. Di 2 kampus tempat saya mendaftar, dua-duanya menolak saya. Sampe sekarang ga tau penyebabnya apa! Ini yang saya kurang setuju, kenapa mahasiswa yang tidak lulus ujian masuk tidak dibertahu penyebabnya. Apakah saya bodoh dalam tes masuk bhs inggris, pengetahuan Alkitab, dll..... Saya ga tau, tapi yang pasti saya dapet surat dari kampus kalo saya tidak diterima... that's it! Ga ada keterangan apa-apa. Pengen robek2 tuh surat rasanya. Tapi ga tau kemana skrg suratnya hehehe..
Setelah itu saya cukup frustasi, karena saya ga tau harus ngapain. Papi saya menyuruh bekerja sambil kuliah di YAI (Yayasan Apakah Itu??) hahaha. Saya nurut aja karena ga tau mau ngapain. Saya ambil jurusan komputer akutansi. Saya ambil karena tertarik dengan kata "komputer" tapi pada kenyataannya saya ga suka akutansi. Jadi hasilnya saya kuliah di sana hanya setahun. Dalam setahun itu saya lebih banyak bolosnya daripada masuknya. Bahkan kalo saya masuk kuliah, teman2 pernah bersorak sambil tepok tangan "wahh si Paulus masih idup... dia masih mau kuliah" hahaha.. tapi ya gitulah keadaannya. Saya izin dengan papi untuk tidak kuliah di YAI lagi karena memang ga suka n ga sanggup menghadapi angka2 ga jelas. Papi ijinin.. tapi dengan nada yang cukup tinggi (marah!) hahahaha.. Jadi saya kerja, hasilnya untuk kuliah setahun itu. Yah... uda buang waktu, buang duit pula... Berapa juta waktu itu saya habisin. (Tau gitu kan bisa buat DP motor Tiger, hahahhaa) Kalo ga salah tahun 2006 saya mulai disadarkan oleh salah seorang mentor saya di Gereja untuk bangkit kembali. Singkat cerita, saya berusaha mencari kelebihan diri saya sendiri. Akhirnya saya ketemu! saya suka gambar waktu kecil. Jadi saya coba les design grafis. Karena ga ada uang lagi, saya dibiayai sama Mami. Papi saya ga setuju (mungkin karena kesal melihat saya yang habisin uang dan waktu di YAI selama 1 tahun).
Hari pertama les design grafis di Digital Studio, Kelapa Gading (April 2006), sangat menyenangkan sekaligus menakutkan. Karena saya merasa susah banget belajar design grafis itu. Tapi saya tetep berusaha, sampai akhirnya lulus dari sana dengan nilai yang cukup memuaskan. Dari sinilah saya timbul percaya diri lagi. Setelah saya lulus dan mendapatkan sertifikat. Saya berusaha cari sampingan yang berhubungan dengan design grafis. walau tidak banyak, tapi lumayanlah... paling tidak bisa buat gorengan. hahahaha.. Setelah itu saya usaha bikin kaos dengan design sendiri dengan merk "paosign" (http://paosign.weebly.com/t-shirt.html) Lumayan laku, bahkan sampe keluar pulau juga. Ada yang ke lampung, bali bahkan sampe Ausy booo!
Saya semakin semangat lagi untuk kuliah, sehingga saya berusaha untuk mencari data lagi tentang kampus teologi yang dekat dengan kantor. Saya coba bilang ke papi, tetapi dia menolaknya, mungkin dia masih kesal dengan saya karena menyia-nyiakan waktu di YAI. Setelah yang ketiga kalinya saya minta kuliah, dia akhirnya mengizinkannya dengan syarat: harus bayar sendiri! jadi kerja sambil kuliah! Akhirnya saya yang semangat berusaha mencari kampus. Januari, 2008 saya menemukan kampus di Kelapa Gading, dulu namanya ITKR (Intitut Teologi Kepemimpinan REM). Saya ingin kuliah disana karena dekat dengan kantor saya yang waktu itu di kelapa gading juga. Puji Tuhan akhirnya saya baru mulai kuliah di awal tahun 2008.
Karena saya sibuk kuliah akhirnya saya mengesampingkan pekerjaan design grafis saya dan usaha t-shirt. Bahkan les private design grafis saya ga terusin, karena mau fokus kerja sambil kuliah. Banyak perjuangan yang saya lalui, antara lain adalah: bayar foto copy, bayar uang kuliah, beli buku, dll. Sampe pernah ga punya uang untuk bayar uang kuliah. Disitu saya berdoa "Tuhan kalo memang Tuhan mengizinkan saya untuk menjadi hamba Tuhan dan memanggil saya menjadi pelayanMu, tolong lunasi sisa uang kuliah saya yang belum terbayar, saya sudah tidak punya uang lagi untuk bayar." Puji Tuhan, ada seseorang yang namanya pada saat itu saya juga tidak tahu (sekarang tau) bisa memberi saya uang untuk kuliah melalui orang tua saya, padahal saya tidak kenal deket dengan dia. Orang tua saya juga ga pernah minta-minta ke dia. Dan dalam waktu 3 bulan, utang saya di kampus langsung lunas. Memang semester ke depannya saya masih harus bayar lagi, tetapi dengan kejadian tersebut saya langsung nangis, terharu kepada Tuhan. Saya menangis karena saya juga sempat meragukan kuasa Tuhan yang sudah begitu baik dalam setiap kehidupan saya. Sejak saat itu saya tidak ragu lagi dalam soal uang kuliah. Tuhan yang menyediakan selama saya juga berusaha. Tuhan melunasi atau tidak, Tuhan tetaplah Tuhan! Tuhan tetap baik! Itulah iman saya!
Singkat cerita, di tahun 2012, akhirnya sampai juga ke masa yang paling sulit dalam perkuliahan, yaitu mengerjakan tugas akhir atau lebih sering dikenal dengan skripsi. Dimulai dari pembuatan judul. Saya mengajukan sampai (kurang lebih) 6 judul skripsi, tetapi ditolak semua. Sampai akhirnya saya mengambil judul tentang konseling Kristen akhirnya diterima. Kesulitan berikutnya adalah mengerjakan tiap-tiap Bab. Tadinya skripsi saya memakai metode kuantitatif. Sudah sampai Bab 2, Dosen saya bilang lebih baik diganti dengan metode kualitatif. Akhirnya dirombak lagi dari Bab 1. Di situ saya tetep fokus, dan dalam (kurang lebih) 6 bulan akhirnya kelar juga skripsinya. Tantangan berikutnya adalah sidang skripsi yang diadakan pada bulan September 2012. Saya berdoa supaya semuanya lancar. Antara lain doa saya adalah :
1. Minta pertanyaan seputar konseling dan semua pertanyaan bisa dijawab dgn baik.
2. Mendapatkan nilai yg terbaik.
3. Tidak ada yg direvisi walau mustahil.
4. Skripsinya berguna bagi org yg membacanya.
Puji Tuhan semua doa saya terjawab:
1. Saya bisa menjawab dengan baik, tanpa ada adu argumentasi.
2. Saya mendapatkan nilai yang terbaik untuk saya sendiri, saya dapat nilai 9,2 (A-) untuk skripsinya. Bagi saya itu nilai terbaik walau tidak tertinggi, krn masih ada teman saya yang nilainya lebih tinggi.
3. Sama sekali tidak ada titik, koma, huruf, kata, kalimat, sub judul, judul yang diganti. Jadi tinggal fotocopy perbanyak aja.
4. Skripsi saya langsung diminta salah satu dosen di sana untuk dipelajari. Dan saya juga berikan dua copy untuk adik-adik rohani saya, tentunya juga untuk dipelajari. Dan skripsi saya juga menjadi acuan bagi skripsi adik tingkat di kampus.
Saya senang sekali pada saat sidang skripsi selesai, apalagi seluruh skripsi yang saya kerjakan adalah hasil jerih payah sendiri. (Gak beli ama orang lain hahahaha) Biaya skripsi Tuhan cukupi, biaya wisuda Tuhan juga cukupi melalui papi saya. Ketok palu di bulan September 2012 menandakan saya 'sah' mendapatkan gelar Sarjana Teologi (S.Th.) di Sekolah Tinggi Teologi Rahmat Emmanuel (http://www.facebook.com/STTRE?ref=ts&fref=ts) dan acara wisuda berlangsung di bulan November 2012.... Akhirnya Sarjana!
Biarlah apa yang saya ceritakan ini menjadi berkat bagi orang yang membacanya, terutama yang lagi kuliah. Tetep semangat! jangan nyerah! Bila Tuhan berkehendak, Dia pasti akan mencukupi segala kebutuhan biaya kuliah kita, selama kita juga ada usaha!
all praise to Jesus, praise for ever!!
eits... tapi cerita ini masih berlanjut, karena saya masih mengambil Magister Teologi (S2), di tempat yang sama! c u guys!
Sumber: http://reflectionresults.blogspot.com/2013/05/akhirnya-sarjana.html
Sumber: http://reflectionresults.blogspot.com/2013/05/akhirnya-sarjana.html
antara Bercanda dengan Bullying
Aaron Dugmore, adalah seorang bocah berusia sembilan tahun yang ditemukan tewas tergantung di kamar tidurnya, di Birmingham, Inggris. Ibunya, Kelly-Marie Dugmore mengatakan beberapa hari sebelum kematian putranya, Aaron pernah mengadu, kalau dia selalu menjadi bahan ejekan dan pelecehan oleh sekelompok anak-anak Asia di sekolahnya, karena warna kulitnya yang putih. Ia mengalami bullying. Bully itu sendiri artinya adalah penggertak, biasanya dilakukan terhadap orang yang lemah. "Aaron terlihat terakhir kali di sekolah bersama teman-temannya, dan dia diejek dan ditertawakan karena warna kulitnya yang putih. Hal ini membuat saya sangat kesal!" Kata ibunya. Kemudian, Aaron ditemukan tergantung oleh ibunya, di distrik Erdington, Birmingham sekitar pukul enam sore pada tanggal 11 Februari 2013 yang lalu. Aaron merupakan murid baru dan bersekolah di Erdington Hall Primary School, yang 75% siswanya berasal dari latar belakang etnis minoritas. Inspektur detektif kepolisian West Mindland, David Wallbank mengkonfirmasi bahwa adanya dugaan kuat, bahwa Aaron mengalami bullying terus-menerus sampai ia meninggal.
Hal ini seharusnya membuat kita sadar, bahwa dalam bercanda pun harus ada aturannya. Jangan sampai candaan kita menyakiti hati orang lain. Apabila kita sudah menyakiti hati orang lain, dengan candaan kita, berarti kita sudah melakukan perilaku bullying terhadap orang tersebut. Manusia dapat merasa dihargai dan disanjung hanya dengan kata-kata yang indah dan manis. Tetapi manusia juga dapat merasa tidak dihargai, hanya dengan kata-kata yang merendahkan dan melecehkan seseorang. Berhati-hatilah dalam bercanda!
Bercanda yang menyakiti hati,
sama dengan membunuh perasaan seseorang.
Success is Simple, as Simple as Me!
Saya bingung, kenapa masih banyak orang yang kalau ditanya, "apakah anda sudah sukses?", lalu menjawab, "belum, saya belum bisa dibilang sukses". Padahal sukses itu sederhana sekali!
Mungkin, masih banyak orang yang beranggapan, bahwa sukses itu pada saat kita sudah punya mobil, motor, kerjaan yang mapan, penghasilan yang lebih dari cukup, keluarga yang bahagia, Jumlah tabungan yang menunjang masa depan. Apakah harus seperti itu, baru bisa dibilang sukses? Tentu tidak!
Sukses dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya adalah berhasil. Bila saya jabarkan, sukses itu berarti sesuatu yang kita inginkan, sudah tercapai. see... Sederhana bukan?
Setiap orang dilahirkan untuk menjadi orang sukses, hanya tinggal keputusan di tangan kita. Apakah kita mau sukses atau tidak. Kita bisa sampai ke dunia harus melewati kompetisi yang luar biasa bukan? Kita harus bersaing dengan jutaan sel sperma lainnya. Berarti kita sudah sukses untuk lahir ke dunia.
Sukses seorang anak berumur satu tahun, pada saat dia bisa berjalan.
Sukses seorang anak TK, pada saat ia berhasil masuk SD.
Sukses seorang anak SD, pada saat ia berhasil masuk SMP.
Sukses seorang anak SMP, pada saat ia berhasil masuk SMA.
Sukses seorang anak SMA, pada saat ia berhasil lulus dan punya tujuan selanjutnya.
Sukses seorang dokter, pada saat ia berhasil menyembuhkan penyakit pasiennya.
Sukses seorang polisi, pada saat ia berhasil menjaga dan melindungi warga setempat.
Sukses seorang penginjil, pada saat ia berhasil memenangkan banyak jiwa.
Sukses seorang penulis, pada saat karyanya berguna bagi orang lain.
Sukses seorang pilot, pada saat ia berhasil melandaskan pesawat dengan selamat.
Sukses seorang guru, pada saat ia berhasil membuat anak-anaknya mengerti.
Sukses menurut Anda? Hanya Anda sendiri yang dapat menjawabnya!
Orang Sukses itu tahu, bahwa dirinya adalah orang sukses. Jangan ragu lagi untuk mengatakan "Saya adalah orang sukses". Karena, sukses itu sederhana, sesederhana Anda dan saya. Itulah sukses menurut saya!
"Success is simple, as simple as me."
Langganan:
Postingan (Atom)












